TANJUNGPINANG (8/5) Saat itu menunjukkan pukul 18.00
Wib, saya menelusuri jalan di sekitar
km.6 sampai dengan jalan menuju ke Bandara Internasional sambil melihat kondisi
jalan sekitar. Setelah di telusuri ternyata sangat banyak jalan yang ada di
kota Tanjungpinang ini yang berlubang-lubang. Bahkan, lubang pada jalan
tersebut menimbulkan efek buruk bagi pengguna jalan seperti terjatuh dari
kendaraan akibat lubang tersebut.
Misalnya
saja lubang yang terdapat di km.8, diameter lubang pada jalan tersebut kurang
lebih 70 cm untuk satu lubang saja dan lebar mencapai 30 cm, kedalaman lubang
tersebut berkisar antara 10 sampai 15 cm, dapat kita bayangkan betapa bahanya
jika jalan tersebut tidak segera di perbaiki. Jalan tersebut rusak sudah sangat
lama dan belum ada perbaikan. Menurut Hasan (28) salah seorang warga yang
tempat bekerjanya tidak jauh dari jalan yang berlubang dan digenangi oleh air yang
terdapat di km.8 sebelum lampu merah menuju ke Arah km.7 itu mengatakan bahwa
“baru-baru ini saja ada yang terjatuh dari sepeda motor dikarenakan kondisi
jalan yang rusak dan berlubang serta digenangi air”. Dengan melihat kondisi
jalan di kota Tanjungpinang apakah pemerintah tidak berupaya menganggulangi hal
tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa karena kondisi jalan yang rusak.
Sungguh sangat ironis jika nyawa seseorang melayang hanya karena kondisi jalan
yang berlubang serta di genangi air. Bukan hanya di km.8 saja yang memiliki
lubang pada badan jalannya. Kondisi jalan yang buruk juga terdapat di km.8
tepatnya pada bekas galian pipa, walaupun sudah diaspal kembali tetap saja
jalan tersebut masih berlubang dan digenangi air. Pada bundaran lampu merah
km.6 juga memiliki badan jalan yang rusak serta berlubang, padahal kondisi ini
dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat badan jalan yang
kondisinya buruk. Kemudian di km.7, jalan yang berlubang serta di genangi oleh
air yang berwarna kuning sangat banyak di temukan. Selanjutnya jalan berlubang
yang berdiameter besar juga terdapat di lokasi sebelum lampu merah Kota Piring,
lubang yang panjangnya mencapai 60 cm ini menyulitkan pengendara untuk berlalu
lalang, karena selain panjang lubang-lubang itu mempunyai kedalaman berkisar
antara 7 sampai 10 cm, namun tidak digenangi oleh air seperti di km.7, Km.8 dan
km.9. Itu hanya sebagian kecil jalan berlubang yang terdapat di kota
Tanjungpinang ini yang sangat membahayakan jiwa pengendara kendaraan bermotor,
masih banyak lubang-lubang kecil yang kemungkinan nantinya akan menjadi lubang
yang besar apabila tdak segera diperbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar